Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Wakil Ketua DPRD DIY, Ir. Imam Taufik, menghadiri acara Mangayubagyo Kepulangan Jemaah Haji Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah DIY di Pendopo Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penyambutan resmi bagi jemaah haji DIY yang telah kembali ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Daerah DIY, Kementerian Haji dan Umrah, serta para jemaah haji dari 26 kelompok terbang (kloter). Selain menjadi momentum penyambutan, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi penyelenggaraan ibadah haji sekaligus penguatan komitmen pelayanan haji yang semakin berkualitas.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Hj. Silvia Roseti, S.E., melaporkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah menandai sejarah baru dengan beroperasinya Embarkasi Haji Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi perdana berbasis hotel. Menurutnya, sistem tersebut memberikan pelayanan yang lebih efektif, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas dan perempuan.
Ia menjelaskan bahwa Embarkasi Haji YIA melayani 9.320 jemaah, dengan 9.288 jemaah diberangkatkan dalam 26 kelompok terbang yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, serta kloter gabungan kedua wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.867 jemaah asal DIY diberangkatkan ke Tanah Suci dan 3.859 jemaah telah kembali ke Yogyakarta. Tercatat tujuh jemaah wafat di Tanah Suci, sedangkan satu jemaah masih menjalani pemulihan kesehatan sehingga kepulangannya ditunda.
“Alhamdulillah jemaah haji Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dipulangkan dengan selamat. Hal ini terwujud berkat koordinasi, pembinaan dan pendampingan dari para petugas haji, baik ketua kloter, pembimbing ibadah, maupun Tim Kesehatan Haji Indonesia. Besar harapan kami seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjaga kemabrurannya,” ujar Silvia Roseti.
Sementara itu, sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arya Nugrahadi, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga momentum membentuk karakter dan memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.
“Semangat haji tidak boleh berhenti di Tanah Suci, tetapi harus terus hidup dalam keseharian. Sepulang dari haji, jadilah pribadi yang lebih bijak, lebih tenang, serta menjadi suri teladan di tengah keluarga dan masyarakat. Jadilah inspirasi bahwa ibadah haji merupakan wujud nyata perubahan diri menuju kebaikan,” demikian kutipan sambutan tertulis Gubernur DIY.
Sebagai simbol berakhirnya rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah, Ketua Kafilah Haji DIY menyerahkan pataka kepada Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Gubernur DIY.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi jabat tangan antara Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arya Nugrahadi, didampingi Wakil Ketua DPRD DIY, Ir. Imam Taufik, Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, serta Ketua Kafilah Haji DIY dengan para jemaah dari 26 kelompok terbang. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan, rasa syukur, sekaligus doa agar seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran ibadah dan memberikan teladan positif bagi masyarakat setelah kembali ke Daerah Istimewa Yogyakarta. (ay/lz/dta)

Leave a Reply