Komisi B Perkuat Sentra Bambu Sendari melalui Inovasi dan Akses Permodalan

Sleman, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi B DPRD DIY mendorong penguatan Sentra Industri Kerajinan Bambu Sendari, Kapanewon Tirtoadi, Kabupaten Sleman, melalui inovasi produk, kepastian legalitas usaha, akses permodalan, dan perluasan pemasaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi sentra kerajinan bambu yang pernah menembus pasar internasional, Kamis (27/8/2026). 

Penguatan sentra kerajinan tersebut dibahas Komisi B bersama para perajin dan sejumlah mitra kerja, yakni Bank BPD DIY, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Dialog tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi Komisi B untuk menentukan tindak lanjut pengembangan UMKM di DIY.

Wakil Ketua Komisi B, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi para pelaku usaha.

“Pertama kami ingin diskusi ini dapat menjadi bahan untuk rapat selanjutnya, serta kami juga berharap kehadiran kami ini bisa memberi solusi atas masalah-masalah yang ada di UMKM,” ujar Danang.

Menurut Danang, keberadaan sentra kerajinan seperti Sendari memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor pariwisata.

Sentra Bambu Sendari memiliki sejarah panjang sejak 1960-an dan pernah mengalami masa kejayaan pada 1990-an. Produk furnitur dan gazebo yang dihasilkan bahkan dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Amerika, Prancis, Jerman, Spanyol, Georgia, Jepang, dan Korea.

Namun, para perajin kini menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari menurunnya permintaan, keterbatasan tenaga kerja terampil, persoalan lahan, hingga minimnya fasilitas pendukung kawasan.

Anggota Komisi B, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menilai inovasi produk menjadi salah satu faktor utama untuk mengembalikan daya saing kerajinan bambu Sendari. Produk perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan selera pasar.

“Kerajinan itu adalah tren, kalau produknya tidak berinovasi maka nanti akan ketinggalan dengan produk-produk modern lainnya. Kuncinya adalah inovasi kalau pasarnya mau bertahan,” kata Yan.

Yan juga menekankan pentingnya kepastian legalitas tempat usaha. Menurutnya, status lahan yang jelas akan memberikan perlindungan dan kepastian bagi para perajin dalam mengembangkan usahanya.

“Melegalkan sebuah tempat itu penting karena tujuannya agar usaha aman dan tidak digusur,” tegasnya.

Dari sisi permodalan, Bank BPD DIY menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan para perajin untuk mengembangkan usaha, termasuk melakukan inovasi produk dan memperbarui peralatan produksi. Bank BPD DIY juga membuka peluang pemanfaatan CSR untuk mendukung pembangunan showroom bersama.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menawarkan pelatihan desain dan pengembangan produk fungsional serta teknologi pengawetan bambu. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Dinas Koperasi dan UMKM DIY juga mendorong penguatan pemasaran digital. Para perajin dapat memanfaatkan media sosial dengan membuat konten yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga proses pembuatan kerajinan untuk menarik pasar yang lebih luas.

Potensi pengembangan Sentra Bambu Sendari sebagai destinasi wisata turut menjadi perhatian. Dinas Pariwisata DIY menawarkan konsep experience tourism, yakni menghadirkan pengalaman kepada wisatawan untuk melihat secara langsung proses produksi kerajinan bambu.

Konsep tersebut membutuhkan dukungan fasilitas dasar, seperti toilet, ruang tunggu, gapura, dan etalase bersama agar kawasan lebih siap menerima kunjungan wisatawan.

Komisi B selanjutnya akan menjadikan berbagai masukan tersebut sebagai bahan pembahasan dan tindak lanjut bersama perangkat daerah serta mitra terkait. Penguatan inovasi, permodalan, legalitas, pemasaran digital, dan pengembangan wisata diharapkan mampu meningkatkan kembali daya saing Sentra Bambu Sendari sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. (nv/lz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*