Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi B DPRD DIY mendorong terbangunnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah DIY dan Ikatan Putra Putri Bahari Indonesia (IPPBI) dalam memperkuat sektor pariwisata, kemaritiman dan pemberdayaan generasi muda. Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan dalam audiensi yang digelar di Ruang Lobi Lt. 1 DPRD DIY, Kamis (9/7/2026), terkait rencana penyelenggaraan Festival Pemilihan Putra Putri Bahari Indonesia Tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Audiensi dipimpin Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., bersama anggota Komisi B DPRD DIY. Hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DIY, serta jajaran Ikatan Putra Putri Bahari Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Danang Wahyu Broto menyampaikan bahwa ruang lingkup tugas Komisi B meliputi bidang perekonomian, pariwisata, pemerintahan daerah, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi kepemudaan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan potensi daerah dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
“Komisi B memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan perekonomian, pariwisata, pemerintahan daerah, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karena itu, kami menyambut baik setiap inisiatif yang mampu memperkuat promosi potensi daerah sekaligus memberdayakan generasi muda. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar program yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Danang.
Pada audiensi tersebut, Putra Bahari Indonesia 2025, Al Hazmi Fakhrul Alim, memaparkan konsep Festival Pemilihan Putra Putri Bahari Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema Empowering Maritime Youth for a Sustainable Ocean Future. Ia menjelaskan bahwa IPPBI merupakan organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan sektor kemaritiman, kelautan, perikanan dan pariwisata berbasis potensi maritim Indonesia.
Menurut Al Hazmi, organisasi tersebut menjalankan berbagai program, mulai dari edukasi dan kampanye kemaritiman, pemberdayaan masyarakat pesisir, promosi dan advokasi bahari, aksi pelestarian laut, hingga membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sektor maritim.
“Melalui Putra Putri Bahari Indonesia, kami ingin menghadirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sektor kemaritiman sekaligus mampu menjadi duta promosi potensi bahari Indonesia. Kami berharap penyelenggaraan Putra Putri Bahari Indonesia Tahun 2026 di Yogyakarta dapat memperkenalkan kekayaan pariwisata, budaya, dan potensi maritim DIY kepada peserta dari seluruh Indonesia,” ungkap Al Hazmi.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan audisi nasional dan seleksi Regional Director, dilanjutkan pra-karantina, karantina nasional, hingga Grand Final. Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, IPPBI mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah DIY, khususnya dalam penyediaan lokasi karantina, venue Grand Final, fasilitas transportasi, serta publikasi kegiatan. Kawasan Malioboro juga diusulkan sebagai salah satu lokasi preliminary competition karena dinilai mampu menjadi etalase promosi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menanggapi paparan tersebut, Komisi B DPRD DIY memberikan apresiasi atas inisiatif IPPBI yang dinilai selaras dengan upaya pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan peningkatan kapasitas generasi muda. Dalam forum yang sama, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyampaikan telah menjalin kemitraan sekaligus memfasilitasi berbagai kegiatan Putra Putri Bahari Indonesia di DIY. Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melihat peluang kolaborasi lintas sektor, sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DIY menyatakan dukungannya terhadap program yang mendorong pengembangan potensi generasi muda.
Melalui audiensi tersebut, Komisi B DPRD DIY menyampaikan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi pariwisata dan kemaritiman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat promosi daerah sekaligus meningkatkan peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan. (lz/dta)

Leave a Reply