Pangan Aman Dimulai dari Pilihan yang Cerdas! Dr. Stevanus Ajak Warga Lebih Bijak Membaca Label Gula pada Makanan dan Minuman

Yogyakarta, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M. mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri membaca informasi kandungan gula pada kemasan makanan dan minuman sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan yang diselenggarakan bersama Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta di Kelurahan Muja Muju, Kota Yogyakarta, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan ibu-ibu PKK Kelurahan Muja Muju, dengan menghadirkan Dr. Waluyo, S.TP., M.Kes. dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai narasumber yang membahas aspek teknis keamanan pangan dan pentingnya pola konsumsi sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Stevanus menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan isu yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga menyangkut kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan pangan yang cukup, tetapi juga pangan yang aman. Karena itu, kita harus mulai menjadi konsumen yang cerdas dengan membiasakan membaca label gizi sebelum membeli produk makanan maupun minuman,” ujar Dr. Raden Stevanus.

Menurutnya, perkembangan industri pangan menghadirkan semakin banyak pilihan produk olahan. Di sisi lain, masyarakat perlu memiliki kemampuan memahami informasi pada kemasan agar dapat memilih produk yang lebih sehat dan sesuai kebutuhan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah pengenalan Nutri-Level, sistem pelabelan kandungan gula, garam, dan lemak yang bertujuan membantu konsumen mengenali kualitas gizi suatu produk secara lebih mudah. Dr. Stevanus menilai, keberadaan Nutri-Level merupakan langkah preventif pemerintah dalam meningkatkan literasi pangan sekaligus mendorong masyarakat mengambil keputusan yang lebih sehat.

“Label pada kemasan bukan sekadar informasi tambahan. Di situlah masyarakat bisa mengetahui kandungan gula dalam suatu produk sehingga dapat menentukan pilihan yang lebih baik untuk kesehatan keluarga,” Ungkap Dr. Raden Stevanus.

Dr. Raden Stevanus juga mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebih telah menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus. Ia mengaku prihatin karena tren penyakit tersebut kini mulai ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

“Kita mulai melihat meningkatnya kasus diabetes, termasuk pada anak-anak dan remaja. Ini menjadi alarm bagi kita semua. Edukasi harus dimulai dari keluarga agar anak-anak terbiasa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” ujar Dr. Raden Stevanus

Sebagai anggota DPRD DIY, Stevanus menegaskan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan keamanan pangan berjalan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui regulasi, edukasi, serta pengawasan terhadap pangan yang beredar.

“Pemerintah tidak boleh hanya menjadi regulator, tetapi juga harus hadir memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan menyehatkan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan budaya konsumsi pangan yang lebih sehat,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr. Waluyo, S.TP., M.Kes., menjelaskan bahwa keamanan pangan dimulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan yang higienis, hingga kebiasaan membaca informasi nilai gizi pada kemasan produk. Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai penyakit akibat pola konsumsi yang kurang sehat.

Melalui kegiatan ini, Dr. Raden Stevanus berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya keamanan pangan, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai perubahan perilaku dimulai dari langkah sederhana, yakni lebih teliti membaca label kemasan dan membatasi konsumsi gula berlebih sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*