Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Sekretariat DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil masuk lima besar Kompetisi Budaya Pemerintahan SATRIYA Pemerintah Daerah DIY Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penerapan budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Sekretariat DPRD DIY.
Sebagai bagian dari tahapan penilaian kompetisi, dewan juri melaksanakan visitasi di Sekretariat DPRD DIY, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD DIY Nuryadi, S.Pd., Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc., serta jajaran pegawai Sekretariat DPRD DIY. Dalam kesempatan itu, Sekretariat DPRD DIY memaparkan kinerja organisasi, inovasi pelayanan, serta implementasi nilai-nilai budaya pemerintahan SATRIYA.
Ketua DPRD DIY Nuryadi menegaskan bahwa budaya kerja merupakan fondasi penting dalam menentukan kualitas kinerja organisasi. Ia mengapresiasi komitmen dan kesungguhan seluruh jajaran Sekretariat DPRD DIY dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.
“Budaya kerja menentukan mutu dalam bekerja. Saya melihat kinerja seluruh jajaran Sekretariat DPRD DIY sudah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Nuryadi.
Nuryadi berharap proses penilaian berlangsung secara objektif dan menjadi sarana evaluasi bagi organisasi untuk terus melakukan perbaikan. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian hasil, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan.
Sementara itu, Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menekankan bahwa keberhasilan penerapan budaya pemerintahan SATRIYA membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh unsur organisasi. Setiap pegawai diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai SATRIYA melalui perilaku kerja sehari-hari.
“Seluruh unsur di Sekretariat DPRD DIY harus bekerja bersama-sama untuk membangun budaya kerja yang baik sesuai dengan nilai-nilai SATRIYA,” ujar Yudi.
Sebagai bagian dari penguatan budaya organisasi, Sekretariat DPRD DIY menerapkan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) untuk mendorong kedisiplinan, tanggung jawab, serta peningkatan kinerja pegawai. Selain itu, kesempatan magang bagi siswa SMK dan mahasiswa turut dibuka sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi generasi muda.
Dalam pemaparannya, Sekretariat DPRD DIY menjelaskan bahwa budaya pemerintahan SATRIYA berlandaskan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang mencakup tujuh nilai utama, yakni Selaras, Akal Budi Luhur-Jatidiri, Teladan-Keteladanan, Rela Melayani, Inovatif, Yakin dan Percaya Diri, serta Ahli-Profesional.
Implementasi nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, antara lain pembinaan rohani, kerja bakti, olahraga bersama, evaluasi kinerja, serta penguatan integritas dan netralitas aparatur sipil negara (ASN).
Dalam aspek pelayanan, Sekretariat DPRD DIY menerapkan prinsip 5S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Pemanfaatan teknologi juga terus dikembangkan melalui sistem penerimaan tamu digital eTamu dan sistem pengelolaan aset O-Sipirang sebagai bagian dari inovasi organisasi.
Penguatan kompetensi pegawai turut dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan kerja sama lintas bidang guna mendukung pelaksanaan tiga fungsi utama DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.
Masuknya Sekretariat DPRD DIY dalam lima besar Kompetisi Budaya Pemerintahan SATRIYA 2026 diharapkan menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai budaya kerja secara berkelanjutan. Melalui semangat kolaborasi dan golong-gilig, Sekretariat DPRD DIY berkomitmen membangun organisasi yang harmonis, inovatif, profesional, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. (faa/lz)

Leave a Reply