Komisi B Tinjau Kondisi Pabrik Susu, Perhatikan Keberlanjutan Pemanfaatan Aset

Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan dalam daerah (KDD) ke lokasi pabrik susu di DIY untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas dan aset yang ada, Senin (12/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap program yang berada dalam pembinaan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

Anggota Komisi B, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pabrik sekaligus melihat hal-hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami melihat ada pabrik susu yang perlu mendapat perhatian. Karena proyek ini berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi dan UKM, kami merasa perlu melakukan pengecekan secara langsung untuk mengetahui kondisi di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, pabrik susu tersebut saat ini belum beroperasi sejak penyerahan aset. Di lokasi juga terdapat garis penyitaan yang dipasang oleh Kejaksaan Republik Indonesia.

Komisi B DPRD DIY berharap persoalan yang berkaitan dengan pabrik tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah penyelesaian diperlukan agar aset yang dibangun menggunakan anggaran publik dapat terjaga dan memiliki kejelasan dalam pemanfaatannya ke depan.

“Harapan kami, ada jalan keluar yang dapat ditempuh karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat. Pemerintah perlu mengupayakan penyelesaian agar aset yang ada tetap terjaga dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Yan Kurnia.

Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas yang tidak digunakan dalam waktu lama berpotensi mengalami penurunan kondisi, baik pada bangunan maupun peralatan di dalamnya. Oleh karena itu, upaya penanganan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aset serta proses hukum yang sedang berjalan.

“Dengan adanya proses hukum yang berlangsung, kita berharap tetap ada langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi bangunan dan peralatan agar tidak semakin menurun. Yang terpenting, bagaimana aset pemerintah ini tetap terjaga dan ke depan dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. (fn/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*