Sleman, dprd-diy.jogjaprov.go.id — Progres peningkatan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Tirtorejo di wilayah Jogotirto, Berbah, mencapai 98 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 87 persen, dengan deviasi positif hingga 10 persen, sehingga pekerjaan berpeluang selesai lebih cepat dari jadwal.
Capaian tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi C DPRD DIY bersama Pemerintah Daerah DIY, instansi terkait, dan perwakilan kelompok tani dalam peninjauan langsung ke lapangan, Rabu (23/9). Selain memastikan kualitas pekerjaan, peninjauan juga dilakukan untuk melihat manfaat pembangunan irigasi sekaligus menyerap aspirasi para petani penerima manfaat.
Ketua Komisi C, Nur Subiyantoro, S.I.Kom., mengapresiasi capaian progres pekerjaan yang dinilai menunjukkan kinerja positif pelaksana sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi percepatan pembangunan jaringan irigasi ini yang telah mencapai 98 persen. Deviasi positif hingga 10 persen menunjukkan komitmen yang kuat dari pelaksana dan pengawasan yang baik. Kami berharap infrastruktur ini segera dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani,” ujar Nur Subiyantoro.
Peningkatan jaringan irigasi tersebut mencakup sejumlah lokasi, di antaranya Candi Abang sepanjang 178 meter, Silagung sepanjang 111 meter dan Sentonorejo sepanjang 230 meter. Proyek dengan alokasi anggaran Rp666 juta ini dikerjakan oleh CV Jaya Karya dengan masa kontrak selama 120 hari.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Cintya Amanda Labetta Arie Seno, S.H., M.H., turut mengapresiasi progres pekerjaan sekaligus menyoroti manfaat keberadaan jaringan irigasi bagi keberlanjutan pertanian di kawasan tersebut, terutama saat musim kemarau.
“Saya mengapresiasi karena progresnya sudah 98 persen dan ini lebih cepat 10 persen dari rencana. Saya juga sudah sempat mendengar dari kelompok taninya, ternyata di sini pertaniannya maju sekali karena bekerja sama dengan perusahaan pembibitan. Semoga dengan adanya saluran irigasi ini semakin baik lagi dan kalau musim kemarau, hasil pertanian juga tidak akan terganggu karena sudah ada yang menyuplai airnya. Sisa 2 persen segera diselesaikan,” ujar Cintya.
Selain didukung infrastruktur irigasi, sektor pertanian di kawasan tersebut juga diperkuat melalui kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan benih Raja Seed. Kerja sama pembibitan jagung yang telah berjalan hampir 15 tahun ini memberikan sejumlah fasilitas penunjang bagi petani, mulai dari penyediaan benih dan obat-obatan secara gratis, pinjaman modal pupuk tanpa bunga, hingga fee hasil panen sebesar Rp500 per kilogram.
Pada tahun sebelumnya, kelompok tani bahkan berhasil mengumpulkan fee lebih dari Rp100 juta. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan secara swadaya serta menambah kas kelompok tani.
Dengan percepatan pembangunan jaringan irigasi yang berjalan seiring dengan kemitraan ekonomi tersebut, ketersediaan air untuk puluhan hektare lahan pertanian di kawasan ini diharapkan semakin terjamin, khususnya dalam menghadapi musim kemarau. (els/dta)

Leave a Reply