Kulon Progo, dprd-diy.jogjaprov.go.id — Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menegaskan pentingnya pembangunan sektor pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan kemandirian pangan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park (JAP), Kabupaten Kulon Progo, bersama Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., dan Anggota Komisi B DPRD DIY, Reda Refitra Safitrianto. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY pada 2–3 Oktober 2026.
Mengusung semangat “Tuwuh Ngrembaka”, Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 resmi dibuka pada Jumat (2/10/2026) oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, yang ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah unsur pemerintah daerah, legislatif, Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, serta Forkopimda Kulon Progo.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi pertanian on-farm maupun off-farm melalui sejumlah stan pameran dan ruang dialog edukatif. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian ialah Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas yang mengapresiasi kreativitas masyarakat dan petani perkotaan dalam mengembangkan sektor pertanian.
Keterbatasan lahan di wilayah urban diubah menjadi peluang produktif melalui berbagai inovasi di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Selain pameran, kegiatan juga diisi talkshow bertajuk “Lumbung Mataraman Mendukung Swasembada Pangan Melalui Pangan Lokal yang Sehat dan Berkualitas.” Diskusi interaktif tersebut menghadirkan Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., kreator konten pangan lokal Kimpul, Bu Kimpul, Pendiri Studio Zkali Suci, Tri Madi Wiyono, serta Lurah Glagaharjo, Suroto.
Melalui diskusi tersebut, pangan lokal ditegaskan memiliki kedekatan kultural sekaligus potensi besar dalam menopang swasembada pangan secara berkelanjutan. Penguatan pangan lokal juga dinilai penting untuk mendorong pemanfaatan potensi daerah sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Nuryadi menyampaikan pentingnya keberpihakan nyata terhadap para pelaku sektor pertanian. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat dan masa depan Yogyakarta.
“Pertanian bukan sekadar angka produksi, melainkan tentang kehidupan rakyat dan masa depan Yogyakarta. Keberhasilan pembangunan pertanian harus terlihat dari seberapa sejahtera petaninya, seberapa kuat ekonomi desanya, dan seberapa mampu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” ungkap Nuryadi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, petani dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Lumbung Mataraman mampu menjadi motor penggerak kemandirian pangan yang bertumpu pada kekuatan lokal.
“Dari tanah Mataram, kita tumbuhkan kemandirian. Dari tangan petani, kita jaga masa depan,” pungkasnya. (ns/dta)

Leave a Reply