Pemasangan Bronjong 34 Meter Perkuat Keamanan Tebing Sungai Gajah Wong di Sampangan

Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kunjungan ke kawasan Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penanganan tebing rawan longsor di bantaran Sungai Gajah Wong melalui pemasangan bronjong sepanjang kurang lebih 34 meter oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Penanganan tersebut dilakukan menyusul adanya usulan masyarakat serta hasil pengamatan kondisi lapangan. Sebelumnya, tebing di bantaran Sungai Gajah Wong mengalami longsor sehingga berpotensi menggerus struktur jembatan apabila tidak segera ditangani. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan dan jalan di kawasan itu merupakan akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Pemasangan bronjong diharapkan dapat memperkuat struktur tebing sekaligus mengurangi risiko longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Pihak pelaksana menyampaikan bahwa pekerjaan sepanjang sekitar 34 meter tersebut ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.

“Pekerjaan ini panjangnya kira-kira 34 meter, paling seminggu lagi selesai. Mudah-mudahan dengan bronjong ini jembatan dan jalan di sini masih bisa stabil dan aman,” ujar pihak pelaksana di lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi C DPRD DIY juga melihat keterlibatan masyarakat setempat dalam mendukung upaya penanganan dan pemeliharaan lingkungan sungai. Widayanto selaku Ulu-Ulu menyampaikan bahwa warga turut berpartisipasi secara swadaya, mulai dari membersihkan area sekitar sungai hingga membantu pembangunan talut untuk mengantisipasi potensi longsor.

Partisipasi masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hasil penanganan. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan bantaran sungai yang memiliki potensi kerawanan bencana.

Sementara itu, Amir Syarifudin berharap kawasan talut yang telah diperbaiki dapat dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia mengingatkan agar area tersebut tidak digunakan untuk mendirikan bangunan atau permukiman liar yang berpotensi mengganggu fungsi pengamanan tebing dan sungai.

“Masyarakat bisa merawat, tadi sudah ada swadaya dari masyarakat untuk bangkit di Sungai Gajah Wong ini. Terima kasih, semoga barokah,” tuturnya.

Melalui kunjungan dalam daerah ini, penanganan tebing longsor di Sampangan diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infrastruktur jembatan dan jalan di sekitarnya. Selain penanganan secara teknis melalui pemasangan bronjong, keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan sungai juga menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan kawasan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, upaya pengamanan bantaran Sungai Gajah Wong tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat agar fungsi sungai dan talut tetap terjaga. (fn/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*