Gunungkidul, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Wakil Ketua DPRD DIY, Ir. Imam Taufik, mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya melalui pengembangan Kelompok Gemulung Batik Art di Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri batik lokal sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat. Komitmen itu disampaikan saat melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah, Senin (27/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Imam Taufik memberikan apresiasi kepada Kelompok Gemulung Batik Art yang beranggotakan 14 perempuan. Menurutnya, inisiatif masyarakat dalam mengembangkan usaha batik berbasis potensi lokal merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kelompok batik ini memiliki potensi yang baik untuk terus berkembang. Ke depan perlu ada kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Pariwisata agar pembinaan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga pemasaran dapat berjalan secara terpadu,” ujar Imam Taufik.
Ia menjelaskan bahwa industri batik tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas, inovasi desain, dan perluasan akses pasar menjadi faktor penting agar produk batik khas Gunungkidul mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurut Imam Taufik, batik yang diproduksi masyarakat Ngeposari memiliki kualitas yang layak dipasarkan tidak hanya di wilayah Gunungkidul, tetapi juga ke berbagai daerah lainnya. Selama ini produksi batik masih bersifat industri rumahan sehingga diperlukan dukungan agar kapasitas produksi dan pangsa pasarnya semakin meningkat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Gemulung Batik Art, Sri Utami, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD DIY terhadap pengembangan UMKM batik di wilayahnya. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung kemajuan kelompok batik yang dipimpinnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Imam Taufik atas kunjungannya. Harapan kami setelah kunjungan ini ada program lanjutan yang dapat membantu memajukan kelompok batik kami sehingga semakin berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” ungkap Sri Utami.
Sri Utami juga menyampaikan bahwa saat mengikuti berbagai pameran, pengunjung lebih banyak mencari produk batik yang sudah siap pakai. Oleh karena itu, kelompoknya berharap memperoleh dukungan berupa bantuan mesin jahit, pelatihan membatik, serta bantuan bahan baku kain agar mampu meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan.
Melalui kunjungan ini, DPRD DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan UMKM berbasis budaya sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah 1daerah, perangkat daerah terkait, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat daya saing industri batik sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Gunungkidul. (irf/lz)

Leave a Reply