HUT Ke-64 PWRI Jadi Momentum Meneguhkan Semangat Pengabdian Sepanjang Hayat

Sleman, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menjadi momentum untuk meneguhkan semangat pengabdian yang terus berlanjut meski telah memasuki masa purna tugas. Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Nuryadi, S.Pd., hadir bersama jajaran Pengurus Besar PWRI, pengurus PWRI DIY dan kabupaten/kota, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta sejumlah tamu undangan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (25/07/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para purnatugas bagi bangsa dan negara.

Acara diawali dengan penyampaian sejarah singkat berdirinya PWRI yang menegaskan perjalanan panjang organisasi para purnatugas aparatur negara sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa PWRI terus menjadi wadah yang mempersatukan para purnatugas untuk tetap berkontribusi melalui pengalaman, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mewakili Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-64 PWRI tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen para anggotanya dalam terus memberikan kontribusi bagi pembangunan. Menurutnya, para anggota PWRI merupakan sumber pengalaman dan kebijaksanaan yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang.

“Harapan kami, pensiun bukan menjadi akhir dari kreativitas bapak dan ibu semuanya, tetapi hanya berganti bentuk pengabdian. Kontribusi pemikiran panjenengan masih sangat kami butuhkan karena pengalaman adalah sesuatu yang tidak bisa diperoleh secara instan,” tutur Danang.

Danang juga mengajak seluruh anggota PWRI untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah daerah berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Menurutnya, pandangan para senior menjadi bekal penting dalam mewujudkan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Faisal Muslim, yang membacakan sambutan Gubernur DIY, menegaskan bahwa pengabdian sejati tidak berhenti ketika seseorang selesai menjalankan jabatan. Nilai, pengalaman, dan kebijaksanaan yang ditinggalkan justru menjadi warisan penting bagi generasi berikutnya dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa PWRI memiliki posisi strategis sebagai ruang untuk menjaga kesinambungan pengalaman, pengetahuan, dan etika pengabdian. Pemerintah Daerah DIY berharap PWRI terus menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa depan sehingga semangat pengabdian tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PWRI atas dedikasi yang telah diberikan selama mengabdi kepada negara. Ia menilai para anggota PWRI merupakan generasi pilihan yang turut mengisi dan membangun Indonesia sejak masa awal kemerdekaan sehingga jasa dan pengorbanannya patut dihormati oleh seluruh generasi penerus.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada PWRI yang ke-64. Panjenengan semua adalah warga pilihan yang telah mengisi kemerdekaan Indonesia melalui pengabdian di berbagai bidang. Sebagai generasi penerus, kami mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengorbanan yang telah diberikan untuk bangsa dan negara,” ujar Nuryadi.

Nuryadi juga mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme dengan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa sehingga seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar PWRI, memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian demi kemajuan daerah maupun Indonesia. (fni/dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*