Ketua DPRD DIY Apresiasi WJNC 2026 sebagai Ruang Kebersamaan Masyarakat

Jogja, dprd-diy.jogjaprov.go.id — Ketua DPRD DIY Nuryadi, S.Pd., mengapresiasi gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 sebagai ruang kebersamaan masyarakat sekaligus wadah untuk memperkuat seni dan budaya Yogyakarta. Apresiasi tersebut disampaikan Nuryadi saat menghadiri WJNC dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta di kawasan Sumbu Filosofi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Nuryadi, WJNC tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati pertunjukan budaya secara bersama-sama. Kegiatan tersebut dinilai dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Yogyakarta.

“Hari ini kita bisa bersama-sama menyaksikan perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Pertunjukan yang disuguhkan sangat memukau dan tentu menjadi hiburan bagi masyarakat, baik warga Kota Yogyakarta maupun masyarakat DIY dan sekitarnya,” ujar Nuryadi.

Nuryadi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Menurutnya, suasana yang aman dan tertib menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menikmati perayaan dengan nyaman dan penuh kegembiraan.

“Yang terpenting, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan masyarakat bisa menikmati acara dengan penuh kegembiraan. Semoga kebersamaan dan kemeriahan seperti ini terus terjaga, dan tahun depan kita bisa kembali menyaksikannya bersama,” lanjutnya.

WJNC 2026 merupakan salah satu rangkaian utama peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-10, WJNC tahun ini mengusung tema “Gana Kalajaya” yang terinspirasi dari karya Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Tema tersebut membawa pesan ora mingkuh, yakni sikap pantang menghindar dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Pesan itu kemudian diterjemahkan oleh 14 kemantren se-Kota Yogyakarta melalui berbagai bentuk kreativitas, mulai dari kostum, tari, musik, properti hingga pertunjukan yang mencerminkan karakter dan potensi masing-masing wilayah.

Selain peserta dari 14 kemantren, WJNC 2026 juga dimeriahkan sejumlah delegasi dari luar daerah. Tahun ini, rute karnaval berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, yakni mengambil jalur sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Parade diberangkatkan dari halaman Gedung DPRD DIY, sedangkan pertunjukan utama dipusatkan di kawasan Titik Nol Kilometer. Perubahan rute tersebut dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan dalam menikmati pertunjukan.

WJNC 2026 juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Sejumlah properti karnaval menggunakan material daur ulang, sementara penyediaan water station dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan kegiatan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui perpaduan seni tradisi, kreativitas masyarakat, pariwisata, dan kepedulian lingkungan, WJNC 2026 diharapkan terus menjadi ruang bersama untuk merawat identitas budaya Yogyakarta sekaligus memperkuat daya tarik Kota Yogyakarta sebagai destinasi budaya dan pariwisata. (cc/lz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*