Komisi B Dorong BPD DIY Perkuat Dukungan bagi UMKM dan Ekonomi Gunungkidul

Gunungkidul, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong Bank BPD DIY Cabang Wonosari untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM dan sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD DIY ke Bank BPD DIY Cabang Wonosari, Kamis (1/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Komisi B melihat secara langsung kinerja perbankan daerah sekaligus menggali potensi penguatan kontribusi Bank BPD DIY terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., mengatakan Bank BPD DIY diharapkan tidak hanya memberikan dukungan kepada masyarakat melalui layanan perbankan, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap penguatan pendapatan daerah.

“Bank BPD DIY bisa memberikan support tidak hanya kepada masyarakat, tetapi bagaimana bisa support terhadap PAD. Gunungkidul memiliki potensi UMKM dan pariwisata yang besar, sehingga perlu dilihat seperti apa dukungan perbankan terhadap potensi tersebut,” ujarnya.

Andriana menambahkan, penguatan kemandirian fiskal daerah perlu ditempuh melalui berbagai langkah, termasuk optimalisasi aset dan peningkatan efektivitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam konteks tersebut, Bank BPD DIY diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Berdasarkan paparan Bank BPD DIY Cabang Wonosari, hingga Agustus 2026, posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1,57 triliun, kredit Rp1,53 triliun, aset Rp1,26 triliun, dan laba Rp50,03 miliar. Sementara NPL Gross tercatat 3,56 persen dan NPL Nett 1,77 persen.

Dari sisi penyaluran kredit, kredit produktif tercatat Rp614,67 miliar, sementara kredit konsumtif mencapai Rp918,93 miliar. Kredit produktif tersebut terdiri atas kredit UMKM sebesar Rp579,77 miliar dan kredit non-UMKM sebesar Rp34,90 miliar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., mengatakan Bank BPD DIY Cabang Wonosari perlu menangkap potensi Gunungkidul sebagai salah satu sentra ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Gunungkidul perlu menjadi peluang bagi Bank BPD DIY untuk memperkuat kinerja dan memperluas basis nasabah, termasuk dari sektor swasta.

“Potensi perputaran uang di Gunungkidul cukup besar. Jangan sampai ketika ekonomi tumbuh, justru aktivitas ekonominya diambil bank lain. Kami ingin ada sinergi dan pergerakan yang lebih kuat di Bank BPD DIY,” katanya.

Danang juga menilai sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Penguatan sektor tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD.

“Yang kita harapkan bukan hanya pelayanan secara fisik, tetapi bagaimana peran Bank BPD DIY dapat ikut menumbuhkan ekonomi. Targetnya ekonomi di wilayah Gunungkidul semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menyoroti pentingnya penguatan sektor produktif, terutama di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui UMKM dan digitalisasi transaksi.

Ia juga mendorong agar pelaku UMKM memperoleh pendampingan yang memadai ketika mengajukan pembiayaan kepada perbankan.

“Harapannya ada pendampingan ketika UMKM mengajukan kredit. Jadi bukan hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga mendapat dukungan agar usaha yang dijalankan bisa berkembang,” katanya.

Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Cabang Wonosari, Wasis Budiyanto, S.S.I., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperluas dukungan kepada masyarakat dan pelaku UMKM, termasuk melalui digitalisasi transaksi.

Salah satunya dilakukan melalui fasilitasi penggunaan QRIS bagi UMKM di Gunungkidul. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 17.872 merchant QRIS di wilayah layanan Bank BPD DIY Cabang Wonosari. Selain itu, pengguna mobile banking tercatat 45.817, agen Laku Pandai 457, pengguna CMS 918, serta layanan notifikasi WA/SMS sebanyak 30.466 pengguna.

“Kami berupaya meningkatkan pelayanan. Semua UMKM sebisa mungkin kami fasilitasi dengan QRIS, sehingga transaksi digital dapat semakin luas,” jelasnya.

Wasis juga menyampaikan adanya komitmen bersama Dinas Pariwisata dalam mendukung pengelolaan transaksi di sektor pariwisata, termasuk melalui retribusi di kawasan Pantai Baron.

Selain pengembangan layanan digital, Bank BPD DIY Cabang Wonosari juga terus memperkuat jaringan layanan perbankan di Gunungkidul. Keberadaan kantor cabang pembantu di sejumlah wilayah diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.

Komisi B DPRD DIY menilai penguatan peran Bank BPD DIY perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku UMKM, sektor pariwisata dan sektor swasta. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di Gunungkidul.

Dalam paparan juga disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki setoran modal sebesar Rp176,967 miliar kepada Bank BPD DIY dan menerima dividen atas laba tahun 2025 sebesar Rp12,809 miliar. Kepemilikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tercatat sebesar 5,23 persen dari total modal Bank BPD DIY.

Komisi B berharap kontribusi dan sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Bank BPD DIY semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai bank milik daerah sekaligus menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ke depan, Komisi B DPRD DIY mendorong adanya langkah konkret untuk memperluas pembiayaan produktif, memperkuat pendampingan UMKM, memperluas digitalisasi transaksi, menarik sektor swasta, serta mengoptimalkan potensi pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi Gunungkidul. (cc/dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*